11 comments on “SABAR

  1. Yang paling kami inginkan adalah kedamaian bagi semua umat manusia. Tiap tahun kami mencari kedamaian di seluruh dunia, yang akan memasuki setiap rumah-rumah. Jangan mengira kedamaian hanya diantara negara-negara saja. Komunitas terkecil adalah keluarga. Sedih sekali bahwa di sepanjang abad, masalah-masalah keluarga meningkat dan chaos menyebar di semua rumah.
    Kalian tidak akan menemukan rumah dimana sesama anggota keluarga hidup damai. Inilah masalah terbesar yang memenuhi kesadaran masyarakat, hati dan pikiran. Mereka butuh solusi. Saya mendengar tentang negara-negara yang membelanjakan 5 triliun dollar perhari untuk senjata. Bagaimana bisa ada kedamaian di tahun ini dan selanjutnya ? kita tahu bahwa senjata adalah untuk merusak dan membunuh. Selama negara-negara mengejar hal itu, kalian tak akan mampu menemukan solusi umum untuk kedamaian.
    Orang-orang yang baik hati dan ramah tidak punya kekuasaan di dunia saat ini. Mereka yang berhati baik berada di tingkat kedua, bukan di tempat yang mampu memberi perintah-perintah. Inilah masalahnya. Dalam pemerintahan kalian bisa menemukan orang-orang yang baik, namun keputusan penting akan diambil oleh yang lain.
    Untuk itu kami mencari solusi kesalamatan yang dikirim lewat campur tangan surga. Seseorang yang akan mampu menghentikan setan-setan yang merusak manusia. Kita kaum muslim menunggu seseorang yang bernama Mahdi as, dia telah mendapat izin dari surga. Dia memiliki kekuatan-kekuatan ajaib untuk membersihkan kejahatan dan iblis. Umat Kristen mengharapkan Yesus Kristus kembali dari surga dan memberi keputusan terakhir bagi semua bangsa. Umat Yahudi juga menunggu messiah yang akan mengatur dunia.
    Bila tidak, maka senjata-senjata atom yang berbahaya akan membinasakan peradaban dari timur sampai barat dan membunuh umat manusia. Kekuatan bumi tak mampu memberi hasil dan tak ada thariqat yang mampu mengontrol. Kita butuh kekuatan spiritual untuk menghentikan kejahatan dan para iblis.
    Naqsybandi hanyalah sebuah kelompok perdamaian yang berisi berbagai bangsa dari semua negara-negara. Kita berada di sebuah kapal dan kemana sang kapten membawa, kitapun mengikutinya. Tak ada yang bisa kita lakukan. Kita tidak melawan apapun kecuali melawan iblis dan kejahatan.

  2. Assalamu’alaikum wr wb

    selamat pagi pak ustadz,km taufik dan km anantasena

    Izin Absen pagi dan izin menyimak

  3. MAKNA SABAR

    Sabar merupakan
    sebuah istilah yang
    berasal dari bahasa
    Arab, dan sudah
    menjadi istilah dalam
    bahasa Indonesia. Asal katanya adalah
    “Shobaro”, yang
    membentuk infinitif
    (masdar) menjadi
    “shabran”. Dari segi
    bahasa, sabar berarti menahan dan
    mencegah.
    Menguatkan makna
    seperti ini adalah
    firman Allah dalam Al-
    Qur’an: Dan bersabarlah
    kamu bersama-sama
    dengan orang-orang
    yang menyeru
    Tuhannya di pagi dan
    senja hari dengan mengharap
    keridhaan-Nya; dan
    janganlah kedua
    matamu berpaling
    dari mereka (karena)
    mengharapkan perhiasan kehidupan
    dunia ini; dan
    janganlah kamu
    mengikuti orang
    yang hatinya telah
    Kami lalaikan dari mengingati Kami,
    serta menuruti hawa
    nafsunya dan adalah
    keadaannya itu
    melewati batas. (QS.
    Al-Kahfi/ 18 : 28) Perintah untuk
    bersabar pada ayat di
    atas, adalah untuk
    menahan diri dari
    keingingan ‘keluar’
    dari komunitas orang-orang yang
    menyeru Rab nya
    serta selalu
    mengharap
    keridhaan-Nya.
    Perintah sabar di atas sekaligus juga
    sebagai pencegahan
    dari keinginan
    manusia yang ingin
    bersama dengan
    orang-orang yang lalai dari mengingat
    Allah SWT. Sedangkan dari segi
    istilahnya, sabar
    adalah:
    Menahan diri dari sifat
    kegeundahan dan
    rasa emosi, kemudian menahan lisan dari
    keluh kesah serta
    menahan anggota
    tubuh dari perbuatan
    yang tidak terarah. Amru bin Usman
    mengatakan, bahwa
    sabar adalah
    keteguhan bersama
    Allah, menerima ujian
    dari-Nya dengan lapang dan tenang.
    Hal senada juga
    dikemukakan oleh
    Imam al-Khowas,
    bahwa sabar adalah
    refleksi keteguhan untuk merealisasikan
    al-Qur’an dan sunnah.
    Sehingga
    sesungguhnya sabar
    tidak identik dengan
    kepasrahan dan ketidak mampuan.
    Justru orang yang
    seperti ini memiliki
    indikasi adanya
    ketidak sabaran
    untuk merubah kondisi yang ada,
    ketidak sabaran
    untuk berusaha,
    ketidak sabaran
    untuk berjuang dan
    lain sebagainya. Rasulullah SAW
    memerintahkan
    umatnya untuk sabar
    ketika berjihad.
    Padahal jihad adalah
    memerangi musuh- musuh Allah, yang
    klimaksnya adalah
    menggunakan
    senjata (perang).
    Artinya untuk
    berbuat seperti itu perlu kesabaran
    untuk
    mengeyampingkan
    keiinginan jiwanya
    yang menginginkan
    rasa santai, bermalas- malasan dan lain
    sebagainya. Sabar
    dalam jihad juga
    berarti keteguhan
    untuk menghadapi
    musuh, serta tidak lari dari medan
    peperangan. Orang
    yang lari dari medan
    peperangan karena
    takut, adalah salah
    satu indikasi tidak sabar.

  4. Bentuk-Bentuk

    Kesabaran Para ulama membagi
    kesabaran menjadi
    tiga hal; sabar dalam
    ketaatan kepada
    Allah, sabar untuk
    meninggalkan kemaksiatan dan
    sabar menghadapi
    ujian dari Allah: 1. Sabar dalam
    ketaatan kepada
    Allah. Merealisasikan
    ketaatan kepada
    Allah, membutuhkan
    kesabaran, karena secara tabiatnya, jiwa
    manusia enggan
    untuk beribadah dan
    berbuat ketaatan.
    Ditinjau dari
    penyebabnya, terdapat tiga hal yang
    menyebabkan insan
    sulit untuk sabar.
    Pertama karena
    malas, seperti dalam
    melakukan ibadah shalat. Kedua karena
    bakhil (kikir), seperti
    menunaikan zakat
    dan infaq. Ketiga
    karena keduanya,
    (malas dan kikir), seperti haji dan jihad. Kemudian untuk
    dapat merealisasikan
    kesabaran dalam
    ketaatan kepada
    Allah diperlukan
    beberapa hal, (1) Dalam kondisi
    sebelum melakukan
    ibadah berupa
    memperbaiki niat,
    yaitu kikhlasan.
    Ikhlas merupakan kesabaran
    menghadapi duri-duri
    riya’.
    (2) Kondisi ketika
    melaksanakan
    ibadah, agar jangan sampai melupakan
    Allah di tengah
    melaksanakan ibadah
    tersebut, tidak malas
    dalam merealisasikan
    adab dan sunah- sunahnya.
    (3) Kondisi ketika
    telah selesai
    melaksanakan
    ibadah, yaitu untuk
    tidak membicarakan ibadah yang telah
    dilakukannya supaya
    diketahui atau dipuji
    orang lain. 2. Sabar dalam
    meninggalkan
    kemaksiatan.
    Meninggalkan
    kemaksiatan juga
    membutuhkan kesabaran yang
    besar, terutama pada
    kemaksiatan yang
    sangat mudah untuk
    dilakukan, seperti
    ghibah (baca; ngerumpi), dusta,
    memandang sesuatu
    yang haram dsb.
    Karena
    kecendrungan jiwa
    insan, suka pada hal- hal yang buruk dan
    “menyenangkan”.
    Dan perbuatan
    maksiat identik
    dengan hal-hal yang
    “menyenangkan”. 3. Sabar dalam
    menghadapi ujian dan
    cobaan dari Allah,
    seperti mendapatkan
    musibah, baik yang
    bersifat materi ataupun inmateri;
    misalnya kehilangan
    harta, kehilangan
    orang yang dicintai
    dsb.

  5. Sabar Sebagaimana
    Digambarkan
    Dalam Al-Qur’an Dalam al-Qur’an

    banyak sekali ayat-
    ayat yang berbicara
    mengenai kesabaran.
    Jika ditelusuri secara
    keseluruhan, terdapat 103 kali
    disebut dalam al-
    Qur’an, kata-kata
    yang menggunakan
    kata dasar sabar;
    baik berbentuk isim maupun fi’ilnya. Hal ini
    menunjukkan betapa
    kesabaran menjadi
    perhatian Allah SWT,
    yang Allah tekankan
    kepada hamba- hamba-Nya. Dari
    ayat-ayat yang ada,
    para ulama
    mengklasifikasikan
    sabar dalam al-Qur’an
    menjadi beberapa macam; 1. Sabar merupakan
    perintah Allah SWT.
    Hal ini sebagaimana
    yang terdapat dalam
    QS.2: 153: “Hai orang-
    orang yang beriman, mintalah pertolongan
    kepada Allah dengan
    sabar dan shalat,
    sesungguhnya Allah
    beserta orang-orang
    yang sabar.” Ayat-ayat lainnya
    yang serupa
    mengenai perintah
    untuk bersabar
    sangat banyak
    terdapat dalam Al- Qur’an. Diantaranya
    adalah dalam QS.3:
    200, 16: 127, 8: 46,
    10:109, 11: 115 dsb. 2. Larangan isti’ja l
    (tergesa-gesa/ tidak
    sabar), sebagaimana
    yang Allah firmankan
    (QS. Al-Ahqaf/ 46:
    35): “Maka bersabarlah kamu
    seperti orang-orang
    yang mempunyai
    keteguhan hati dari
    rasul-rasul dan
    janganlah kamu meminta disegerakan
    (azab) bagi mereka…” 3. Pujian Allah bagi
    orang-orang yang
    sabar, sebagaimana
    yang terdapat dalam
    QS. 2: 177: “…dan
    orang-orang yang bersabar dalam
    kesulitan,
    penderitaan dan
    dalam peperangan.
    Mereka itulah orang-
    orang yang benar imannya dan mereka
    itulah orang-orang
    yang bertaqwa.”
    4. Allah SWT akan
    mencintai orang-
    orang yang sabar. Dalam surat Ali Imran
    (3: 146) Allah SWT
    berfirman : “Dan Allah
    mencintai orang-
    orang yang sabar.” 5. Kebersamaan Allah
    dengan orang-orang
    yang sabar. Artinya
    Allah SWT senantiasa
    akan menyertai
    hamba-hamba-Nya yang sabar. Allah
    berfirman (QS. 8: 46) ;
    “Dan bersabarlah
    kamu, karena
    sesungguhnya Allah
    itu beserta orang- orang yang sabar.” 6. Mendapatkan
    pahala surga dari
    Allah. Allah
    mengatakan dalam al-
    Qur’an (13: 23 – 24);
    “(yaitu) surga `Adn yang mereka masuk
    ke dalamnya
    bersama-sama
    dengan orang-orang
    yang saleh dari
    bapak-bapaknya, isteri-isterinya dan
    anak cucunya,
    sedang malaikat-
    malaikat masuk ke
    tempat-tempat
    mereka dari semua pintu; (sambil
    mengucapkan):
    “Salamun `alaikum
    bima
    shabartum” (keselam
    bagi kalian, atas kesabaran yang
    kalian lakukan). Maka
    alangkah baiknya
    tempat kesudahan
    itu.” Inilah diantara
    gambaran Al-Qur’an
    mengenai kesabaran.
    Gembaran-gambaran
    lain mengenai hal
    yang sama, masih sangat banyak, dan
    dapat kita temukan
    pada buku-buku
    yang secara khusus
    membahas mengenai
    kesabaran.

  6. Kesabaran
    Sebagaimana
    Digambarkan
    Dalam Hadits.

    Sebagaimana dalam
    al-Qur’an, dalam
    hadits juga banyak
    sekali sabda-sabda
    Rasulullah SAW yang
    menggambarkan mengenai kesabaran.
    Dalam kitab Riyadhus
    Shalihin, Imam
    Nawawi
    mencantumkan 29
    hadits yang bertemakan sabar.
    Secara garis besar,
    hadits-hadits tersebut
    menggambarkan
    kesabaran sebagai
    berikut; 1. Kesabaran
    merupakan “dhiya’
    ” (cahaya yang amat
    terang). Karena
    dengan kesabaran
    inilah, seseorang akan mampu
    menyingkap
    kegelapan. Rasulullah
    SAW
    mengungkapkan, “…
    dan kesabaran merupakan cahaya
    yang terang…” (HR.
    Muslim) 2. Kesabaran
    merupakan sesuatu
    yang perlu
    diusahakan dan
    dilatih secara optimal.
    Rasulullah SAW pernah
    menggambarkan: “…
    barang siapa yang
    mensabar-sabarkan
    diri (berusaha untuk
    sabar), maka Allah akan menjadikannya
    seorang yang
    sabar…” (HR.
    Bukhari) 3. Kesabaran
    merupakan anugrah
    Allah yang paling
    baik. Rasulullah SAW
    mengatakan, “…dan
    tidaklah seseorang itu diberi sesuatu
    yang lebih baik dan
    lebih lapang daripada
    kesabaran.” (Muttafa
    Alaih) 4. Kesabaran
    merupakan salah satu
    sifat sekaligus ciri
    orang mu’min,
    sebagaimana hadits
    yang terdapat pada muqadimah;
    “Sungguh
    menakjubkan
    perkara orang yang
    beriman, karena
    segala perkaranya adalah baik. Jika ia
    mendapatkan
    kenikmatan, ia
    bersyukur karena (ia
    mengatahui) bahwa
    hal tersebut adalah memang baik
    baginya. Dan jika ia
    tertimpa musibah
    atau kesulitan, ia
    bersabar karena (ia
    mengetahui) bahwa hal tersebut adalah
    baik baginya.” (HR.
    Muslim) 5. Seseorang yang
    sabar akan
    mendapatkan pahala
    surga. Dalam sebuah
    hadits digambarkan;
    Dari Anas bin Malik ra berkata, bahwa aku
    mendengar
    Rasulullah SAW
    bersabda,
    Sesungguhnya Allah
    berfirman, “Apabila Aku menguji hamba-
    Ku dengan kedua
    matanya, kemudian
    diabersabar, maka
    aku gantikan surga
    baginya.” (HR. Bukhari) 6. Sabar merupakan
    sifat para nabi. Ibnu
    Mas’ud dalam sebuah
    riwayat pernah
    mengatakan: Dari
    Abdullan bin Mas’ud berkata”Seakan-
    akan aku
    memandang
    Rasulullah SAW
    menceritakan salah
    seorang nabi, yang dipukuli oleh
    kaumnya hingga
    berdarah, kemudia ia
    mengusap darah dari
    wajahnya seraya
    berkata, ‘Ya Allah ampunilah dosa
    kaumku, karena
    sesungguhnya
    mereka tidak
    mengetahui.” (HR.
    Bukhari) 7. Kesabaran
    merupakan ciri orang
    yang kuat. Rasulullah
    SAW pernah
    menggambarkan
    dalam sebuah hadits; Dari Abu Hurairah ra
    berkata, bahwa
    Rasulullah SAW
    bersabda,”Orang
    yang kuat bukanlah
    yang pandai bergulat, namun orang yang
    kuat adalah orang
    yang memiliki
    jiwanya ketika
    marah.” (HR. Bukhari)
    8. Kesabaran dapat menghapuskan dosa.
    Rasulullah SAW
    menggambarkan
    dalam sebuah
    haditsnya; Dari Abu
    Hurairah ra bahwa Rasulullan SAW
    bersabda, “Tidaklah
    seorang muslim
    mendapatkan
    kelelahan, sakit,
    kecemasan, kesedihan, mara
    bahaya dan juga
    kesusahan, hingga
    duri yang
    menusuknya,
    melainkan Allah akan menghapuskan dosa-
    dosanya dengan hal
    tersebut.” (HR.
    Bukhari & Muslim) 9. Kesabaran
    merupakan suatu
    keharusan, dimana
    seseorang tidak
    boleh putus asa
    hingga ia menginginkan
    kematian. Sekiranya
    memang sudah
    sangat terpaksa
    hendaklah ia berdoa
    kepada Allah, agar Allah memberikan hal
    yang terbaik
    baginya; apakah
    kehidupan atau
    kematian. Rasulullah
    SAW mengatakan; Dari Anas bin Malik ra,
    bahwa Rasulullah
    SAW bersabda,
    “Janganlah salah
    seorang diantara
    kalian mengangan- angankan datangnya
    kematian karena
    musibah yang
    menimpanya. Dan
    sekiranya ia memang
    harus mengharapkannya,
    hendaklah ia berdoa,
    ‘Ya Allah, teruskanlah
    hidupku ini sekiranya
    hidup itu lebih baik
    unttukku. Dan wafatkanlah aku,
    sekiranya itu lebih
    baik bagiku.” (HR.
    Bukhari Muslim)

  7. Kiat-kiat Untuk
    Meningkatkan
    Kesabaran

    Ketidaksabaran
    merupakan salah satu
    penyakit hati, yang
    seyogyanya
    diantisipasi dan diterapi sejak dini.
    Karena hal ini memilki
    dampak negatif dari
    amalan yang
    dilakukan seorang
    insan. Seperti hasil yang tidak maksimal,
    terjerumus kedalam
    kemaksiatan, enggan
    untuk melaksanakan
    ibadah kepada Allah
    dsb. Oleh karena itulah, diperlukan
    beberapa kiat, guna
    meningkatkan
    kesabaran. Diantara
    kiat-kiat tersebut
    adalah; 1. Mengkikhlaskan
    niat kepada Allah
    SWT, bahwa ia
    semata-mata berbuat
    hanya untuk-Nya.
    Dengan adanya niatan seperti ini,
    akan sangat
    menunjang
    munculnya
    kesabaran kepada
    Allah SWT. 2. Memperbanyak
    tilawah (baca;
    membaca) al-Qur’an,
    baik pada pagi, siang,
    sore ataupun malam
    hari. Akan lebih optimal lagi manakala
    bacaan tersebut
    disertai perenungan
    dan pentadaburan
    makna-makna yang
    dikandungnya. Karena al-Qur’an
    merupakan obat bagi
    hati insan. Masuk
    dalam kategori ini
    juga dzikir kepada
    Allah. 3. Memperbanyak
    puasa sunnah. Karena
    puasa merupakan hal
    yang dapat
    mengurangi hawa
    nafsu terutama yang bersifat syahwati
    dengan lawan
    jenisnya. Puasa juga
    merupakan ibadah
    yang memang secara
    khusus dapat melatih kesabaran. 4. Mujahadatun Nafs,
    yaitu sebuah usaha
    yang dilakukan insan
    untuk berusaha
    secara giat dan
    maksimal guna mengalahkan
    keinginan-keinginan
    jiwa yang cenderung
    suka pada hal-hal
    negatif, seperti malas,
    marah, kikir, dsb. 5. Mengingat-ingat
    kembali tujuan hidup
    di dunia. Karena hal
    ini akan memacu
    insan untuk beramal
    secara sempurna. Sedangkan
    ketidaksabaran
    (isti’jal), memiliki
    prosentase yang
    cukup besar untuk
    menjadikan amalan seseorang tidak
    optimal. Apalagi jika
    merenungkan bahwa
    sesungguhnya Allah
    akan melihat
    “amalan” seseorang yang dilakukannya,
    dan bukan melihat
    pada hasilnya. (Lihat
    QS. 9 : 105)
    6. Perlu mengadakan
    latihan-latihan untuk sabar secara pribadi.
    Seperti ketika sedang
    sendiri dalam rumah,
    hendaklah dilatih
    untuk beramal ibadah
    dari pada menyaksikan televisi
    misalnya. Kemudian
    melatih diri untuk
    menyisihkan
    sebagian rezeki
    untuk infaq fi sabilillah, dsb. 7. Membaca-baca
    kisah-kisah
    kesabaran para
    sahabat, tabi’in
    maupun tokoh-tokoh
    Islam lainnya. Karena hal ini juga akan
    menanamkan
    keteladanan yang
    patut dicontoh dalam
    kehidupan nyata di
    dunia

Kagem Sedulur SSU, sumonggo Nilar Atur wicoro kanti Sae ugi Langkung sifat Amanah

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s